Kamis, 28 Mei 2015

Teluk Kiluan; Surga Yang Selalu Di Rindukan

Teluk Kiluan berada di Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus,Lampung Selatan. Jaraknya kurang lebih 80 kilometer dari kota Bandar Lampung. Di tempat wisata ini, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Selain berfoto, tentu saja, Anda pun bisa berenang di hijaunya air pantai Pulau Kiluan. Menyaksikan lumba-lumba juga akan menjadi daya tarik yang tak terlupakan. Dan menurut sejumlah informasi, Teluk Kiluan merupakan wilayah dengan populasi lumba-lumba terbanyak di Asia Tenggara.


Kira-kira Perjalanan Jakarta-Merak ditempuh selama dua jam. Itu pun ngebut. Dari Merak ke pelabuhan Bandar Lampung berkisar 3 jam. Sedangkan dari Bandar Lampung ke Kiluan menempuh perjalanan selama lima jam. Pemandangan di sekitar kota Lampung cukup menarik. Banyak pantai yang masih alami di sana, dimana pasir putih banyak dijumpai. Satu sisi yang lain ada pemandangan pegunungan, di sisi seberang jalan lainnya dapat memandang pantai yang bagusnya luar biasa.


Jadwal Dolphin tour adalah sekitar jam 6 pagi, dimana lumba-lumba mulai berenang bebas di laut lepas. Harus ada unsur keberuntungan untuk melihat lumba-lumba tersebut. Lumba-lumba muncul gerombolan sekali datang. Biasanya, lumba-lumba baru mau muncul apabila ombak tenang, tidak terlalu besar, dan air laut yang hangat. Kata penduduk lokal, kalau musim hujan lumba-lumba sangat jarang dapat dijumpai. Apalagi kalau sudah terlalu banyak orang, susah sekali bertemu hewan mamalia tersebut.

Setelah sampai di gerbang “Welcome to Teluk Kiluan”, terlihat laut yang dikelilingi oleh pegunungan hijau. Gradasi warna air laut yang indahnya luar biasa, dari warna bening – hijau toska – biru muda – biru tua. Rasanya ingin berenang terus!



Wisata alam Teluk Kiluan di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, cocok bagi Wisatawan yang gemar berpetualang. Topografinya yang berbukit dan berlembah menarik untuk dijelajahi. Perjalanan menuju Teluk Kiluan sudah merupakan tantangan tersendiri bagi Wisatawan. Jalan darat di Pesisir Barat Sumatera itu belum terlalu mulus sehingga perlu keterampilan dalam mengemudikan Kendaraan Bermotor untuk melewatinya.


Setelah puas menyaksikan lumba-lumba di laut lepas, saya pun kembali ke Teluk Kiluan. Rencananya saya akan segera berkemas-kemas dan pulang dari Teluk Kiluan tersebut. Namun ada agenda tambahan di luar rencana yaitu melihat laguna yang berada di balik bukit di belakang Teluk Kiluan tersebut. Beberapa anak-anak setempat pun menyertai saya. Karena tak terbiasa, kebanyakan yang ikut bersama saya dengan bersusah payah dan nafas tersengal-sengal mendaki bukit. Berbeda dengan anak-anak Kiluan yang dengan mudahnya mendaki bukit tersebut, bahkan sesekali dengan berlari tanpa terlihat lelah sedikit pun.

Setelah menuruni bukit, rasa lelah kami terbayar dengan pemandangan laut berpasir putih yang indah. Namun perjalanan tidak berhenti di situ saja. Kami harus berjalan ke arah kanan menyusuri tebing-tebing karang yang cukup berbahaya. Setelah beberapa puluh menit bersusah-payah menyusuri tebing, tibalah kami di sebuah laguna yang luar biasa indah. Beberapa dari kami pun segera menceburkan diri ke laguna tersebut. Betapa beruntungnya anak-anak Kiluan itu, mereka memiliki halaman depan di Teluk Kiluan yang tenang dan juga sebuah laguna yang elok sebagai halaman belakangnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar