Kamis, 21 Mei 2015

Wisata Taman Lele

Holaa!

Jalan-jalan kali ini bareng keluarga besar, papa pun sampai ikut! Memang sudah direncanakan berwisata ketempat yg memang papa pengen kunjungi. Yups Kampung wisata Taman Lele Semarang merupakan sebuah objek wisata alam sekaligus taman hiburan keluarga di yang terletak di kota Semarang. Obyek wisata ini memiliki luas lebih dari 2 hektare, memiliki aneka permainan untuk keluarga baik permainan air atau pun permainan darat. Terdapat juga kebun binatang mini, serta penginapan. Kampung wisata Taman Lele Semarang menawarkan panorama alam asri, dengan danau buatan yang dijadikan tempat bermain sepeda air. Danau buatan tersebut dikelilingi oleh pepohonan yang rindang. Terdapat juga kebun binatang mini dengan beberapa aneka satwa seperti merak, ular phyton, buaya, iguana, kelinci, dan burung cendrawasih.


Kampung wisata Taman Lele Semarang terletak di jalur pantura, tepatnya di Jalan Walisongo KM 10 Kecamatan Ngaliyan Semarang. Dari jalan raya terlihat halaman luas dan gapura besar bertulis "Kampoeng Wisata". Nah inikah taman lele itu? Kesan pertama bagus juga, asri.  Selanjutnya, niat saya adalah berjalan ke semua sisi lokasi taman lele ini. Saya lihat ada jalan memanjang lurus kedepan dan dikanan-kirinya taman berumput hijau. Didepan menghadang pohon-pohon tinggi nan sejuk. Dikiri jalan saya lihat ada semacam kolam luas, seperti kolam pancing. Iya ini mungkin isinya lele. Disudut-sudut kolam terlihat dilengkapi gazebo untuk tempat duduk-duduk.


nama Taman Lele ternyata berkaitan dengan sejarah tempat itu. Konon sebutan Taman Lele muncul karena ada kolam yang dihuni beberapa ekor lele. Kolam yang ada di bawah pohon besar itu, bagi orang awam sepintas biasa-biasa saja. Namun bagi orang-orang yang punya daya linuwih, bisa melihat bahwa kolam itu dihuni pula oleh lele siluman. Kepalanya seperti lele-lele pada umumnya, tetapi tubuhnya hanya terdiri dari duri. Air kolam itu berasal dari sebuah mata air yang persis berada di kaki bukit. Konon, dulu air dari tempat itu sering digunakan warga sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Bahkan, sawah yang dulu berada di sebelah utara jalan raya, juga mendapat aliran dari tempat tersebut. Mata air itu dipercayai warga dihuni seorang siluman, bernama Sarinah. Oleh warga, nama itu kemudian biasa disebut Nyi Tuk Sari. Tuk adalah bahasa Jawa yang berarti sumber mata air. Setiap kali akan punya hajatan mantu, warga sekitar taman selalu datang dan sambil membawa sesaji. Mereka percaya, jika hal itu tidak dilakukan, acara yang diadakan tidak akan berhasil.

Yah namanya juga mitos kan, tapi disini enak banget loh udaranya masih sejuk pemandangannya indah masih banyak yang hijau-hijau!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar