Minggu, 14 Juni 2015

Si Legendaris Pulau Kemaro

Sudah punya rencana untuk jalan-jalan? Atau masih bingung ingin liburan kemana? Main-main ke Pulau Sumatera, yuk! Gak usah galau mau kemana ketika di pulau Sumatera, karena Pulau Sumatera punya banyak banget destinasi wisata yang pastinya bikin kamu gak pengen pulang! Kaya kota Palembang ini, selain dikenal dengan kuliner khas mpek-mpeknya, kamu juga bisa jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat unik. Jalan-jalan tidak selalu harus wisata alam kan?


Nah ini dia nih Pulau Kemaro yang legendaris, yang doyan tempat-tempat bersejarah.. Bisa banget nih dateng kesini. Pulau Kemaro merupakan delta kecil yang berada di Sungai Musi, terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera. Meskipun Pulau Kemaro terletak di daerah industri, tetap saja ramai dikunjungi oleh wisatawan loh! Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina atau klenteng  yang bernama Hok Tjing Rio, terdapat juga kuil Buddha yang sering di kunjungi penganut agama Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di pulau Kemaro juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap tahun baru Imlek, lho!


Konon katanya, menurut legenda setempat yang tertulis di sebuah batu di sebelah klenteng Hok Tjing Rio, ada seorang saudagar dari negeri Cina yang ingin berdagang di Palembang bernama Tan Bun An, ketika meminta izin ke raja Palembang, ia bertemu anak Raja yang bernama Siti Fatimah dan langsung jatuh hati. Pada akhirnya, mereka berdua menjalin kasih. Tan Bun An mengajak Siti Fatimah kembali ke Cina untuk mengunjungi orang tuanya. Setelah beberapa waktu, mereka pun pulang kembali ke Palembang dengan membawa 7 buah guci emas. Saat di lihat isinya, ternyata guci pertama berisi sayur asin.. Melihat isi dari guci emas tersebut, Tan Bun An membuang guci-guci tersebut hingga tersisa lah guci terakhir yang terjatuh di dek kapal, dan ternyata guci tersebut berisi emas. Tanpa berpikir panjang, Tan Bun An langsung terjun ke dalam sungai untuk mengambil guci-guci yang sudah di buang dibantu dengan seorang pengawalnya. Tak kunjung muncul di permukaan, Siti Fatimah pun menyusul untuk mencari mereka. Dan untuk mengenang mereka bertiga, dibangunlah tiga makam dan sebuah kuil.


Untuk dapat mengunjungi pulau Kemaro ini dapat menggunakan kendaraan umum atau taksi dari kota Palembang. Jarak dari kota Palembang menuju pulau ini sendiri sekitar 6km. Tidak terlalu jauh, ya? Nama pulau Kemaro sendiri diberikan oleh penduduk setempat karena delta ini selalu kering dan tidak pernah berair, bahkan ketika air pasang, seolah-olah ini adalah pulau terapung. Pulau ini bisa dijelajahi dengan berjalan kaki saja. Di pulau ini juga terdapat pohon cinta sebagai lambang cinta sejati.. Ajak pasanganmu jalan-jalan kesini kayanya seru nih! Selain jalan-jalan, kamu bisa menikmati indahnya sungai Musi dan mengunjungi situs sejarah di pulau Kemaro ini. Paket komplit lah pokoknya! Yuk jalan-jalan!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar